Ikut Bangga, Siswa ini Berprestasi di Kancah Internasional

Advertisement

Ikut Bangga, Siswa ini Berprestasi di Kancah Internasional

SAKERA MEDIA
Sabtu, 23 September 2017

News.eMadura.com - MTs N Model Sumber Bungur Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, cetak siswa berprestasi genggam medali perunggu pada International Math Open For Young Acheivers (IMOYA)se-Asia di Singapore yang diselenggarakan pada tanggal, 1 s.d 4 September 2017, Kamis, 7/09/2017.

Siswa bersangkutan, sebenarnya diawali dari prestasi sebelumnya yang telah menjuarai dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten sampai KSM tingkat Provinsi.

"Kita ikutkan KSM tingkat Kabupaten mendapat juara satu, dan KSM tingkat Provinsi," Tutur Kepala MTs N Model Sumber Bungur, Muhammad Holis, S. Ag, M. Si.

Dalam satu peluang, pihak madrasah mencoba mendaftarkan tiga siswa berprestasi di Pusat Pendidikan Matematikan (PPM) Indonesia yang bisa membwa siswa untuk masuk ke IMOYA Singapore. Namun, hanya Samsul Arifin yang lolos dan tentu dapat diprediksi akan meraih medali menurut prediksi pembinaannya.

"Pembimbingnya asli guru MTs N Model Sumber Bungur, bukan orang lain.
Atas nama guru matematika Kholis Ansori yang memberikan bimbingan kepada siswa berprestasi Samsul Arifin," ungkapnya.

Tekat madarasah memang mengarah untuk mendapat emas. Tapi, apa boleh buat jika mendapat perunggu daripada tidak berprestasi.

Samsul Arifin merupakan salah satu siswa kelas IX berprestasi yang selalu meraih juara pada ajang olimpiade matematika. Sehingga kepala MTs N sendiri tidak bisa menyebutkan entah berapa kali juara.

Tidak terlepas dengan bimbingan oleh dewan guru MTs N Model Sumber Bungur, perhatian dari semua pihak beserta doa orang tua dan doa dari pengasuh pondok pesantren Sumber Bungur, KH. Achmad Madani.

"Jadi, keberhasilan itu bukan semata-mata karena dia pintar. Tapi, melainkan ditinjau dengan doa dari semua guru dan perhatian dari semua pihak," ucap orang tua Samsul, Moh. Bakri.

Sejak dari MI Miftahul Ulum Ragang, Samsul Arifin memang dilatih, dibiasakan fokus belajar pada bidang matematika, serta dia sudah lima kali meraih juara KSM tingkat Kecamatan dan Kabupaten hingga Olimpiade matemtika.

Diraihnya medali perunggu pada IMOYA se-Asia di Singapore yang cukup bersaing dengan diikuti 12 negara, membuat orang tua semakin optimis agar putranya tetap konsentrasi di bidang yang dikuasainya.

"Walupun bukan emas yang diraihnya. Tapi, sebagai orang tua, saya sangat bangga dengan anak saya, dengan perkembangan pendidikan, dan pelajaran yang ia tekuni selama ini," rasa bahagia dari orang tua Samsul Arifin Bahri.

Penulis: Rafi Sakera