September, Di Sejumlah Daerah Pamekasan Alami Kekeringan

Advertisement

September, Di Sejumlah Daerah Pamekasan Alami Kekeringan

SAKERA MEDIA
Selasa, 29 Agustus 2017

News.eMadura.com - “Berdasarkan data BMKG, memang sudah masuk musim kemarau, tetapi, Kabupaten Pamekasan bulan depan bisa dikatakan kering, ” jelas Budi via telpon.

Saat ini, pihaknya belum melakukan pendistribusian air bersih sebab pihak BMKG belum menunjukkan kekeringan yang parah.

Menurut pria berkumis tebal ini, kekeringan itu tetap berdasarkan data BMKG. Namun demikian, pihak dinas terkait (BPBD), telah memiliki data titik dimana saja yang diperkirakan mengalami kekeringan.

“Jadi kita mengajukan surat keterangan tanggap darurat  (SKTD)  itu ke Bupati berdasarkan data BMKG, tidak serta-merta mengajukan SKTD tanpa data yang akurat dan valid,” sambung dia.

Sementara, pihaknya telah melakukan pendataan melalui 13 kecamatan yang ada di kabupaten berslogan Gerbang Salam ini. Dari data tersebut, sedikitnya terdapat 80 Desa yang diprediksi akan mengalami kekeringan.

Di Jawa Timur, lanjut Budi sudah ada yang mengalami kekeringan. “Di Jatim itu yang mulai mengalami kekeringan seperti Trenggalek, Pacitan dan Bangkalan sebagian,” jelasnya.

Untuk Pamekasan, tinggal menunggu SK bupati, bulan depan, Budi mengaku, tim BPBD sudah menyiapkan sarana dan prasarana, tinggal menyuplai air ke daerah yang mengalami kekeringan.

Sementara, saat ini sudah banyak yang mengajukan permintaan air, namun BPBD tidak bisa melayani tanpa ada SK Bupati, kecuali sangat insidentil.

“Kita hanya menunggu SK keluar, kalau sudah di SK-kan, maka tinggal action menyuplai air ke masyarakat, kecuali insidentil” tandas Budi Cahyono.

Sumber: limadetik.com