Pemkab Sumenep Belum Terima Jadwal Pembukaan Gudang Tembakau

Advertisement

Pemkab Sumenep Belum Terima Jadwal Pembukaan Gudang Tembakau

SAKERA MEDIA
Kamis, 10 Agustus 2017

News.eMadura.com - Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Abd Hamid menyatakan masih belum mengantongi jadwal pembukaan gudang tembakau.

Pihaknya masih menunggu jadwal gudang yang bakal melakukan pembelian tembakau rajangan. Sebab, hingga saat ini gudang belum melaporkan kapan akan mulai melakukan pembelian. Padahal, sebagian petani di daerah penghasil tembakau mulai memanen.

"Sampai hari ini kami belum menerima laporan tentang waktu pembukaan gudang," kata Abd Hamid, Rabu (9/8/2017).

Hanya saja, Ia berjanji dalam hitungan hari akan melakukan peninjauan ke beberapa gudang yang biasa membeli tembakau rajangan. Untuk memastikan jadwal dan target pembelian setiap perwakilan perusahaan melakukan pembelian tembakau milik petani Sumenep.

"Informasinya, dibawah sudah ada yang pembeeli, hanya masih jumlahnya sedikit,"ucapnya.

Di Sumenep sebagai daerah penghasil tembakau, terdapat tiga perwakilan perusahaan yang melakukan pembelian setiap tahun, diantaranya PT Gudang Garam di Kecamatan Guluk-guluk, PT Gudang Garam di Patean dan Wismilak.

Sementara itu, Ketua Peguyuban Pemerhati Kelompok Tani (P2KT) Sumenep Zaenuri mengatakan, semua gudang di Sumenep harus melaporkan kapan mulai melakukan pembelian dan target serapan setiap tahun.

"Hal itu peraturan daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Tataniaga Tembakau,"katanya.

Dalam perda tersebut mengamanahkan semua perwakilan perusahaan tembakau yang beroperasi di lingkungan Kabupaten Sumenep, maksimal 7 hari sebelum beroperasi dan maksimal 7 hari sebelum tutup harus memberitahukan secara tersurat kepada pemerintah daerah.

"Kami harap pihak gudang profesional sehingga tembakau rajangan milik petani terserap semua," tukasnya.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Sumenep, realisasi tanam tembakau pada musim kemarau tahun ini hanya sekitar 14 ribu hektar. Padahal, sesuai ploting areal tanam tembakau yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur seluas 21.893 hektar.

Sumber: maduracorner.com